Mount Bawakareng - How to?| Mountaineers

Source : stock.adobe.com

If you have been to Makassar, you have probably heard of Mount Bawakaraeng. Here, I will share some information about it.

First, let me give you some general knowledge. Mt. Bawakaraeng is the most popular mountain to climb in South Sulawesi. It is about 2,840 meters above sea level, which is equivalent to 100 basketball courts.

The name Bawa means mouth or place that produces words, and Karaeng means God or King. Bawakaraeng means the place that gives God's word. As the name suggests, the mountain provides everything it has to the people so that they can live well. It provides water, land to farm, and animals to hunt or breed. The locals consider it a sacred place and often go up to the peak of the mountain to pray and make sacrifices during special events.

I strongly suggest that you show good attitude and abide by local rules.

Secondly, how can you get there? The mountain is located in Gowa Regency and has three available hiking routes, with the most popular one starting at Lembana Village. It will take you around three to four hours to get there from Makassar City. You can travel there by renting a car or using online transportation services like Gojek, Grab or Maxim. However, the best option would be to use local guide services. Not only will it make it easier for you, but they also do not charge a lot (with some terms).

What to expect? Before starting your journey, spend some time exploring the village to see how the locals live and take in the fresh air. You will notice how many houses are still preserved in traditional styles and what the locals do for a living, among other things 

To reach the peak, you will need to pass 10 posts, and it normally takes around 8-10 hours. You will pass through a Pine Forest, and the route becomes steeper as you get closer to the peak. The mountain has two water sources located at the fifth and eighth posts, and it is recommended to set up camp at these two posts.

When is the best time to go? The best time to go there is from July to August during the dry season. Avoid going there on August 17 or around that week because there will be a lot of mountaineers who want to celebrate our nation's independence day.

Share:

Laporan Jogja-Solo Tour 4D3N | Balfares Bura

 

Halo, Guys


Apa kabarmu? 

Di postingan ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya ketika melakukan Tur Jogja - Solo pada tanggal 25 - 28 Maret 2022. Tur ini merupakan tur terakhir yg saya jalani sebagai Mahasiswa Poltekpar Makassar jurusan Perjalanan Program Studi Manajemen Bisnis Perjalanan Wisata. 


Tur ini juga sangat berbeda dengan tur yang sudah pernah saya lakukan sebelumnya. Pada tur kali ini, partisipannya bukan saja dari kelas C tetapi juga dari kelas A dan Kelas B. Ini artinya seluruh Mahasiswa MJP Angkatan 2019 ikut serta dalam tur ini. Sekitar 100 orang ikut serta dalam Tur ini. 


Pada tur ini, kami ditemani oleh seluruh staff manajemen program studi MJP. Untuk Kelas saya sendiri, ditemani oleh Pak Indra dan Pak Ali Muhtasom. Kami juga ditemani vendor dari Holiday Tour yang membantu kegiatan kami yaitu Kak Asri. Selain itu, teman kami yang menjadi Tour Leader  adalah Fajar dan Tirta. 


Pada Tur ini saya kembali lagi bertugas untuk membuat Banner Tur dan berperan sebagai Tour Leader Tur hari ketiga. Untuk banner, saya sudah mulai mengerjakan banner 3 hari sebelum tur dan melalui beberpa revisi, akhirnya selesai.


Tour Day 1 Makassar - Jogja


Pada hari pertama, kami berangkat dari Makassar ke Jogja pada siang hari. Saat tiba di Bandara baru Jogja, saya cukup terkejut karena bandara baru tersebut sangatlah sepi dari pengunjung. Namun, bandara ini sangat enak dipandang karena ada beberapa patung keren yang dipajang disana. Dari bandara kami melanjutkan perjalan ke Resto Ambar Ketawang, perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit. Disana kami menikmati makan malam, saya cukup terkejut dengan tata ruangannya karean ruangan resto tersebut sebesar aula. Selesai makan malam, kami menuju hotel tempat kami menginap. Di hotel, kami melakukan evaluasi kegiatan hari itu dan beristirahat.


Tour Day 2 Solo Full Day Tour

Hari kedua, kami menuju ke Stasiun Lempuyangan Solo dengan menaiki kereta api. Sebuah pengalaman baru buat saya, karena di Makassar tidak ada kereta api. Di Solo, kami mengunjungi Museum De Tjolomadoe yang merupakan tempat pembuatan gula yang sekarang menjadi dtw. Museum De Tjolomadoe ini sangat unik ya guys, selain melihat informasi sejarah disana kamu juga bia mecoba bermain Skuter atau mencoba ruangan kelap kelip nya. 


Dari De Tjolomadoe kami menuju ke Dapur Solo untuk Makan Siang. Setelah mengisi perut ini dengan makanan dari Solo, kami menuju Kampung Batik Lawean untuk melihat proses pembuatan batik dan membeli beberapa sebagai oleh-oleh. Puas dengan batik solo, kami pun pulang ke Jogja dengan Bus.


Tour Day 3 Jogja Full Day Tour

Di hari ketiga, kami akan menjelajahi kota Jogja. Kami mengunjungi Kota Gede, dimana kami diajak melihat Rumah Hantu dan Masjid Kota Gede. Disini kami ditemani lokal guide yang menceritakan kami cerita tentang rumah hantu, Pak Guide juga meminta salah satu teman perempuan saya untuk coba masuk kedalam rumah tersebut, lalu dia pun hilang. Becanda sob. Di Masjid Kuno kami diceritakn bagaiman awal penyebaran islam di jogja dan Kota Gede yang dulunya merupakan ibu kota kerajaan lokal disana. 


Dari Kota Gede, kami mengunjungi Candi Prambanan. Di candi pramabanan ini, banyak waktu dihabiskan untuk berjalan. Dengan ukuran yang luas, kaki ini cukup lelah loh. Di candi pramabanan, selain candinya kamu juga bisa mengunjungi pasar yang ada disana. Setelah selesai dari Candi Prambanan, kami melanjutkan perjalanan ke Tebing Breksi. 


Katanya di Tebing Breksi ini ada ukiran Naga. Ini membuat saya dan beberapa teman menghabiskan cukup banyak waktu untuk mencari spot naga itu. Setelah bertanya sana sini, akhirnya kami menemukannya juga. Selain bisa menikmati view kota jogja dari ketinggian, kamu juga bisa menyewa mobil jeep untuk berkeliling sekitarnya. 


Dari tebing breksi, kami menuju Malioboro. Sebagai pusat perbelanjaan di Jogja, Maliboro ini sangatlah ramai dengan pengunjung. Di Malioboro juga ada kereta kuda yang parkir di pinggir jalan. Dari Malioboro kami kembali ke hotel untuk melakukan acara tukaran kado. Setelah selsai bertukar kado, kami pun beristirahat. 


Day 4 Jogja - Makassar - Jogja

Akhirnya tur kami di Jogja mendekati akhirnya, di hari ke empat ini kami menghabiskan waktu dengan mengunjungi bakpia pathok dan berkarake sepanjang perjalanan menuju bandar.



Share:

Laporan Bali Tour 3D2N | MJP 4 C | Balfares Bura

Gambar 01. Banner Tour
Mau buat banner seperti ini? Hubungi WA 082235134189 or @paulbalfares

Hi, Traveller.

Perkenalkan, saya Paulus Balfares Putra Bura atau biasa di panggil Paul. Saya mahasiswa dari Politeknik Pariwisata Makassar, program studi Manajemen Bisnis Perjalanan Wisata (MJP) Semester 4 C. Buat kamu yang belum tahu, Kampus saya merupakan kampus negeri yang berada dibawah naungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Oleh karena itu, biaya SPP nya sangat terjangkau dan Tour kami di Bali selama 3 hari 2 malam ini, sepenuhnya ditanggung oleh Kampus kami. Kalau kamu niat untuk join bersama kami, kamu bisa langsung googling SBMNPTN Pariwisata.

Tidak lupa saya ucapkan terimah kasih kepada Dosen pendamping kami Pak Hadi, Mam Rahmawati dan Mam Yenny yang telah menemani kami selama tour kami di Bali. Dan tamu spesial kami saat kami berada di Bali, Pak Arfin. Serta vendor kami Kak Ope dan Kak Ulla. Dan juga Tour Guide kami selama di Bali, Bli Putu dan Mbok Dewi. 

Dalam Postingan saya kali ini, saya akan melaporkan mengenai Kegiatan Tour kami selama 3 Hari dan 2 Malam di Bali dengan Tema Nature of Bali. Nah, saya sudah membagi laporan saya kedalam beberapa postingan. Teman-teman bisa langsung memilih postingan yang teman-teman ingin kunjungi.
  1. Alur dan Penanganan Selama Tour
  2. Penjelasan dari DTW yang dikunjungi, termasuk Aktivitas dan fasilitas yang tersedia dan Penerapan CHSE di tiap DTW yang dikunjungi. Dibawah ini saya berikan link langsung menuju blog yang sudah dibuat oleh peserta tour yang dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengobservasi satu DTW per Kelompok.

Kamu tinggal mengklik postingan yang ingin kamu kunjungi dan kamu akan langsung diarahkan kesana. Jika ada kesalahan, mohon segara melapor kepada admin ya.  


Terimah kasih sudah membaca.

Share:

Penanganan tamu di Bandara | Bali Tour 3D2N | Balfares Bura


Gambar 01. TL Umum dan TL harian sedang bertugas di Counter Check In

Selama tour kami kemarin di Bali, kami mahasiswa di berikan tugas untuk menganani peserta tour (kami sendiri),  Berikut adalah proses penanganan tamu di Bandara oleh TL Umum dan TL Harian yang bertugas  :
Penanganan di Counter Check-In
  1. TL datang lebih awal ke counter check in untuk melapor bahwa TL akan membawa grup yang akan check-in.
  2. TL memberikan hasil rapid, tiket dan ktp dalam format pdf kepada staff yang bertugas
  3. Petugas mencetakan boarding pass peserta
  4. Saat peserta datang,TL mencatat bagasi mereka secara spesifik ( Jumlah, Jenis, Warna, owner) dan memastikan bagasi sudah terpasang baggage tag
  5. TL memberikan Boarding Pass kepada peserta
  6. Peserta mengikuti ke security check sebelum menuju ke Waiting Room
Waiting Room

Gambar 02. Briefing Singkat oleh Dosen Pendamping (Mam Ati)
  1. Peserta mengisi EHAC berdasarakn arahan TL dan Dosen Pendamping
  2. Peserta mengikuti briefing singkat oleh TL dan Dosen Pendamping
  3. TL memastikan semua peserta sudah memiliki boarding pas dan KTP
  4. Peserta mengantri untuk security chek sebelum menaiki pesawat
Gambar 03. Pemeriksaan Boarding Pass dan KTP
sebelum naik pesawat (Mr. Hadi)
Claim Baggagae
TL dan PIC Claim Baggage meng-klaim baggage sesuai dengan list bagasi yang sudah di isi di counter check-in.
Gambar 04. TL harian dan PIC bagasi
sedang menghitung bagasi peserta
Terimah kasih sudah membaca.
Share:

Belanja oleh-oleh Bali di Pabrik Kue Pie Susu, Krisan dan Jogger - D3 | Bali Tour 3D2N | Balfares Bura


Gambar 01. Saya bersama Bli Putu Yudi dan Mbok Dewi

Alur dan Penanganan Bali Tour 3D2N

Hari Ketiga

Pantai Kuta dan Beach Walk Mall

Hari ketiga adalah hari terakhir kami di Bali. Kami mengawali hari ini dengan  rapid test yang dilakukan di J4 Hotel Legia. Sesudahnya, kami mengikuti kegiatan Walking Tour ke Kuta Beach dari Hotel J4. Perjalanan dari hotel ke Kuta memakan waktu sekitar 15 menit. Disana kami memiliki free programa bagi yang sudah lulus guiding dan yang tidak melakukan pelanggaran selama tour di hari pertama dan kedua. Setelah dari Pantai Kuta kami menuju ke Beachwalk Mall, disana kami cuma lihat, beli kagak. 

Kue Pie Susu dan Krisna

Dari beachwalk mall, kami kembali ke hotel J4 Legian untuk melakukan chech out. Setelah check out, kami menuju ke Pabrik Kue Pie Susu. Disana kami membeli cukup banyak kue pie asli Bali ini. Dari Kue Pie Susu, kami berangkat ke Rumah Makana untuk menyantapi lunch kami. Sesudah lunch, kami menuju Krisna untuk membeli Oleh-Oleh. Di Krisna, terdapat banyak barang yang dijual. Mulai dari aksesoris, pakaian, gantungan kunci, hiasan, dll. Saya membeli satu topi udeng bali dan topeng muka.

Jogger

Setelah berbelanja di Krisna, kami menuju ke tempat perblanjaan berikutnya, Joger. Katanya Joger ini hanya ada di Bali ya dan tidak bisa ditemukan dimana-mana selain di Bali. Di Bali saja, hanya ada dua toko Joger. Harga barang di Joger cukup mahal. Untuk pakaian, harganya mulai dari Rp. 100.000,00. Namun kamu masih bisa mendapatkan Sendal Jogger dengan harga yang murah, mulai dari Rp.30.000,00
Kalau kamu mau hemat, kamu bisa belanja di toko yang berada di depan jogger. Meskipun kualitasnya tidak sepeti Jogger, harga nya yang miring menjadikan itu tempat yang layak kamu kunjungi.

Jogger pun menjadi tempat terakhir yang kami kunjungi  di Bali. Setelah dari Jogger, kami langsung menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk kembali ke Makassar. Ini Juga menjadi penutup dari Tour hari ketiga kami. 

Terimah kasih sudah membaca.
Share:

Rafting dan walking tour di Ubud, Bali - D2 | Bali Tour 3D2N | Balfares Bura

 

Gambar 01.
Foto Banner sebelum berangkat Rafting

Alur dan Penanganan Bali Tour 3D2N

Hari Kedua

Di hari kedua tour (28/05/2021) kami memiliki jadwal sebagai berikut :
  1. Rafting di Ubud
  2. Lunch 
  3. Explore Ubud (Pura Sarasvasti, Puri Ubud, Tegalalang)
  4. Tegenungan Waterfall
Di hari kedua ini, kami memakai baju merah untuk rafting. Kami akan melakukan raftin selama kurang lebih 2 jam. Sebelum rafting, kami melakukan morning exercise di loby sebelum breakfast. Sesudah breakfast, kami menuju ke Bali Bintang View untuk rafting

Rafting

Gambar 02
Foto kami saat rafting


Kami pergi ke Bali Bintang View dengan Bus. Setibanya disana, kami diarahkan untuk menyimpan barang kami dan mengambil peralatan rafting seperti pelampung dan dayung. Sesudahnya, kami diberikan instruksi singkat oleh guide disana.

Setelah semuanya siap, kami pun berangkat ke tempat rafting. Untuk ke tempat raftingnya, kami menggukana kendaraan pick up yang sudah di modif dengan tempat duduk dan atap. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 - 15 menitan. Setelah tiba, kami tidak langsung rafting tetapi harus berjalan menurun selama 10-15 menit lagi untuk tiba di sungainya. Capeh sih, tapi demi rafting kami semua siap sedia menuruni tangga ini.

Akhirnya kami tiba di pinggir sungai nya. Setelah boats nya disiapkan, kami pun berangkat rafting. Karena ini adalah rafting pertama saya, ini cukup menakutkan. Namun, dengan ditemani oleh instruktur yang berpengalaman dari Bali Bintang View selama rafting tidak terjadi hal yang tidak di inginkan kepada kami. Sungai yang kami lewati juga merupakan sungai yg cocok untuk pemula yang baru pertama kali melakukan rafting. 

Pengalaman paling seru selama rafting adalah ketika melakukan perang air dengan menyiram teman-teman di boat lain. Selama kami rafting, ini terjadi selama beberapa saat. Sesudah rafting, kami pun kembali ke Bali Bintang View untuk menikmasti Lunch.

Puri dan Pura Ubud

Pura dan Puri Ubud terletak di tengah Ubud. Karena berdekatan, kita hanya perlu berjalan dari Pura ke Pura ke Puri saja yang memakan waktu tidak sampai 10 menitan. Puri Ubud merupakan tempat tinggal raja dan bangsawan ubud. Sedanggkan Pura Ubud atau Pura Sarasvati merupakan tempat masyarakat hind u menyembah Dewi Sarasvati yang merupakan Dewi Pengetahuan. Kedua nya memiliki infrastruktur yang sangat unik. Di Pura Ubud sendiri terdapat Kolam yang dipenuhi bunga teratai. Bunga ini sangat indah. Terdapat juga pintu gerbang besar di Keduanya. Banyak patung-patung juga yang menghiasi kedua tempat ini. 
Setelah menikmati Pura dan Puri Ubud, kami melanjutkan perjalanan ke Tegalalang.

Tegalalang

Tegalalang adalah area persawahan terasering. Tegalalang menggunakan sistem subak, yang merupakan cara becocok tanam tradisonal masyarakat bali. Karena terasering, kamu bisa melihat hamparan padi yang miring seperti berada di tebing. Pemandangan nya luar biasa indah. Sayangnya, dua minggu lalu sawahnya sudah di panen sehingga pada saat kami berada disana, sawahnya tidak hijau ataupun kuning. Dan karena korona, banyak fasilitas yang ditutup. Kami tidak lama di tegalalang, karena harus melanjukan perjalanan ke Tegenungan Waterfall.

Tegenungan Waterfall

Satu hal yang saya ingat dari air terjun ini adalah tangganya. Dari parkiran menuju ke air terjunnya, kami harus menuruni tangga yang sangat panjang. Membicarakannya saja membuat kaki saya pegal. Pemandangan nya memang indah, air terjunnya juga sangat besar. Tapi rasa capeh menghilangkan kemampuan saya untuk mengagumi air terjun ini.

Tegenungan pun menjadi DTW terakhir yang kami kunjungi di Tour Hari kedua kami. Setelahnya, kami menuju J4 Hotel Legian. Berdasarkan hasil evalusai yang dilakukan di malam harinya, performa TL harian di hari kedua sudah memuaskan dosen pembimbing. Puji Tuhan, apalagi saya yang menjadi TL harian untuk Bus 2 di hari kedua ini.

Tanah Lot

Gambar 03
Ketika saya berada di Pura Tanah Lot

Tanah Lot sebenarnya bukan DTW yang kami kunjungi di hari kedua melainkan di hari ketiga. Namun, karena ada perubahan jadwal, dtw ini kami kunjungi lebih cepat dari jadwalnya. Dari area parkir, kita melewati toko-toko yang menjual oleh-oleh lokal sebelum kita tiba di Pura Tanah Lot. Pemandangan di sekitar tanah lot sangatlah luar biasa. Ada Pura yang berdiri diatas batu karang., itu adalah Pura Tanah Lot. Disekitar pura, terdapat hamparan Setelah dari Tanah Lot,  kami menuju ke J4 Hotel untuk check in.

Lihat Juga : 
Dokumentasi


Ikuti saya di Instagram @Paulbalfares
Terimah Kasih sudah membaca.

Share:

Mengunjungi 7 Top DTW di Bali dalam satu hari - D1 | Bali Tour 3D2N | Balfares Bura

Gambar 01. Banner Tour
Mau buat banner seperti ini? Hubungi WA 082235134189

Alur dan Penanganan Bali Tour 3D2N

Hari Pertama

Tour dimulai pada tanggal 27 Mei, dimana semua peserta berkumpul di bandara sebelum jam 04.30 WITA untuk memudahkan proses check-in dll. Ketika saya tiba di Bandara, Tour Leader harian sudah berada di konter check-in untuk mengurus bagasi. Setelah memberikan bagasi saya, saya pun menuju ke ruang tunggu. Di ruang tunggu, kami diarahkan untuk mengisi E-Hac oleh TL Umum dan Harian. Setelah mengisi E-hac, saya mengambil beberapa klip video untuk memenuhi tugas saya sebagai video dokumenter

Setelahnya, kami menunggu beberapa saat untuk sebelum naik ke pesawat yang kami gunakan. Waktu pun berjalan, akhirnya tiba juga kesempatan untuk Boarding. Kami pun menyiapkan Boarding Pass dan KTP kami sebelum mengantri untuk melakukan proses boarding. Proses Boarding Berjalan dengan sangat lancar.

Perjalanan dari Makassar ke Bali tidak begitu lama, sekitar 08.20 WITA kami tiba di Bandara I Gustri Ngurah Rai, Bali. Saat kami tiba, kondisi bandara masih sangat sepi. Setelah mengururs bagasi kami, kami menuju ke pintu kedatangan. Disana kami disambut Bli Putu dan Mbok Dewi dengan melakukan pengalungan bunga kamboja. Kemudian kami melakukan foto bersama sebelum menuju ke Bus masing-masing. Pada hari pertama, saya ditempatkan di Bus 2 dengan TG Bli Putu dan Dosen Pendamping Mam Yenny dan Mam Ati. 

Berikut adalah DTW yang kami kunjungi di hari pertama tur :
  1. Pura Luhur Uluwatu 
  2. Pantai Padang-Padang 
  3. Pantai Dreamland
  4. Lunch at Be Fish Restaurant
  5. Visit Poltekpar Bali
  6. Pantai Pandawa
  7. Melasti Beach
Nah, di bawah ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mengunjungi dtw diatas. Jika kamu ingin melihat informasi lengkap dari dtw tersebut, silahkan klik disini.

Pura Luhur Uluwatu 

Gambar 02. Ketika Saya sedang Guiding di Pura Uluwatu

Destinasi pertama kami adalah Pura Uluwatu. Saya mendapatkan bagian untuk melakukan Guiding on spot di tempat ini. Untungnya, dengan persiapan yang matang, ini tidak menjadi persoalan buat saya. Ketika kami tiba di Uluwatu, kami diharuskan memakai kain seperti selendang yang diikatkan di perut kami. Setelah kami memakai itu, barulah kami berjalan menuju ke Pura Uluwatu. Disini, terdapat banyak monyet liar yang berkeliaran dan karena itu kami selalu diperingatkan untuk berhati-hati. 

Saya memeberikan penjelasan di madya mandala, sebelum tangga naik ke pura. Saat saya memberikan penjelasaan, beberapa monyet mencoba mencuri barang kami. Sayang mereka masih gagal. Penjelasan yang saya berikan disini, seputar apa itu Pura, darimana nama Uluwatu berasal dan apa makna dari kata itu. Setelah saya selesai memberikan penjelasan, teman saya yang berikutnya memberikan penjelesan kemudian kami naik ke pura. 

Disana, Bli Putu memberikan penjelasan mengenai pura sebelum waktu bebas dan kami mendapat kesempatan untuk mengambil gambar. Sesudah itu, kami pun kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Pantai Padang-Padang

Pantai Padang-Padang

Satu hal yang saya ingat dari pantai ini adalah tangganya. Kenapa begitu? Karena tangganya luar biasa panjang dan itu cukup melelahkan untuk turun dan naik disini. Namun, itu semua terbayar dengan keindahan sumur. Eh. Maksud saya keindahan pantai tersembunyi ini. Sayangnya, karena sehari sebelum kami berkunjung itu full moon jadi ombak disini lagi besar-besarnya. Padahal pantai ini merupakan tempat surfing bagi para wisatawan. Dari Padang-padang kami ke Be Fish untuk Lunch. Sesudahnya kita melakukan kunjungan ke Poltekpar Bali.

Poltekpar Bali

Saya sangat kagum dengan infrastruktur yang dimiliki Poltekpar Bali. Dari dindingnya yang bergaya, dan bangunan didalamnya yang benar-benar menyatu dengan budaya Bali. Kami melakukan tur sambil berjalan memutari Poltekpar Bali. Selama perjalanan, saya melihat banyak patung dan gazebo disekitar kampus. Ditambah dengan udara yang menyejukan, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah tempat yg sangat bagus untuk belajar.

Gambar 03. Foto Kami bersama Pak Sandiago Uno

Satu kejutan besar menanti kami di Poltekpar Bali, yaitu kedatangan Pak Sandiago Uno sebagai Menparekraf saat ini. Kami pun menanti kedatangan nya dengan antusias di Poltekpar Bali. Setelah Pak Sandiago datang, kami segera mengambil foto dan video bersama Pak Sandiago Uno. Sesudahnya, kami kembali ke Bus dan melanjutkan perjalanan ke perjalanan ke Pantai Dreamland.

Pantai Dreamland

Nah, dalam tour ini saya mendapatkan tugas untuk mengoberservasi salah satu DTW top di Bali, Dreamland Beach. Pada awalnya, Dreamland adalah mega proyek yang dimiliki oleh Cendana Grup, Tommy Suharto. Di kawasan Dreamland, terdapat lapangan golf, resorts, villas, hotels, apartments dan beachclubs. Dulu proyek ini sempat gagal, namun saat ini proyek ini sedang pembangunan ulang.

Sebelum disebut Dreamland, tempat ini disebut dengan nama Pantai Labuan Said yg ditujukan untuk masyarakat lokal. Namun, dengan perkembangan pariwisata yg pesat di Bali dan khususnya Badung yg menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia sebelum masa korona. Pantai Labuan Said pun diubah menjadi tanah impian para turis yg membawakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

Sayangnya pada saat kami mengunungi Dreamland, ombaknya sedang deras-derasnya dan ada bendera merah yg artinya dilarang surfing. Sehingga kami tidak turun ke pantai dan hanya melihat-lihat dari anjungan saja. Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa. 

Pantai Pandawa

Ketka masuk ke Pantai Pandawa, kita disuguhi pemandangan disebalah kanan ada pantai dan disebelah kiri ada tebing yang menjulang. Di tebing ini terdapat patung-patung Pandawa dan Dewi Sinta. Pantai ini memiliki ruang parkir yang sangat luas. 

Pantai Melasti 

Pantai Melasti memiliki penampilan yang sama dengan Pantai Pandawa. Ada gerbang pintu masuk ke pantai ini. Pemandang di pantai ini sangat indah. Namun, aktivitas kami hanya terbatas di sekitar gerbang saja. Setelah menyelesaikan guiding disini, kami melanjutkan perjalanan ke Evitel Hotel untuk Check in

Penanganan Tour untuk bagian Check-in pesawat menurut saya sudah sangat sesuai. Kami juga selalu menerapkan penerapan CHSE di DTW yg kami kunjungi. Saat berada di Bus, kami melakukan guiding sesuai dengan pembagian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Terimah Kasih sudah membaca.
Share: