Mengunjungi 7 Top DTW di Bali dalam satu hari - D1 | Bali Tour 3D2N | Balfares Bura

Gambar 01. Banner Tour
Mau buat banner seperti ini? Hubungi WA 082235134189

Alur dan Penanganan Bali Tour 3D2N

Hari Pertama

Tour dimulai pada tanggal 27 Mei, dimana semua peserta berkumpul di bandara sebelum jam 04.30 WITA untuk memudahkan proses check-in dll. Ketika saya tiba di Bandara, Tour Leader harian sudah berada di konter check-in untuk mengurus bagasi. Setelah memberikan bagasi saya, saya pun menuju ke ruang tunggu. Di ruang tunggu, kami diarahkan untuk mengisi E-Hac oleh TL Umum dan Harian. Setelah mengisi E-hac, saya mengambil beberapa klip video untuk memenuhi tugas saya sebagai video dokumenter

Setelahnya, kami menunggu beberapa saat untuk sebelum naik ke pesawat yang kami gunakan. Waktu pun berjalan, akhirnya tiba juga kesempatan untuk Boarding. Kami pun menyiapkan Boarding Pass dan KTP kami sebelum mengantri untuk melakukan proses boarding. Proses Boarding Berjalan dengan sangat lancar.

Perjalanan dari Makassar ke Bali tidak begitu lama, sekitar 08.20 WITA kami tiba di Bandara I Gustri Ngurah Rai, Bali. Saat kami tiba, kondisi bandara masih sangat sepi. Setelah mengururs bagasi kami, kami menuju ke pintu kedatangan. Disana kami disambut Bli Putu dan Mbok Dewi dengan melakukan pengalungan bunga kamboja. Kemudian kami melakukan foto bersama sebelum menuju ke Bus masing-masing. Pada hari pertama, saya ditempatkan di Bus 2 dengan TG Bli Putu dan Dosen Pendamping Mam Yenny dan Mam Ati. 

Berikut adalah DTW yang kami kunjungi di hari pertama tur :
  1. Pura Luhur Uluwatu 
  2. Pantai Padang-Padang 
  3. Pantai Dreamland
  4. Lunch at Be Fish Restaurant
  5. Visit Poltekpar Bali
  6. Pantai Pandawa
  7. Melasti Beach
Nah, di bawah ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mengunjungi dtw diatas. Jika kamu ingin melihat informasi lengkap dari dtw tersebut, silahkan klik disini.

Pura Luhur Uluwatu 

Gambar 02. Ketika Saya sedang Guiding di Pura Uluwatu

Destinasi pertama kami adalah Pura Uluwatu. Saya mendapatkan bagian untuk melakukan Guiding on spot di tempat ini. Untungnya, dengan persiapan yang matang, ini tidak menjadi persoalan buat saya. Ketika kami tiba di Uluwatu, kami diharuskan memakai kain seperti selendang yang diikatkan di perut kami. Setelah kami memakai itu, barulah kami berjalan menuju ke Pura Uluwatu. Disini, terdapat banyak monyet liar yang berkeliaran dan karena itu kami selalu diperingatkan untuk berhati-hati. 

Saya memeberikan penjelasan di madya mandala, sebelum tangga naik ke pura. Saat saya memberikan penjelasaan, beberapa monyet mencoba mencuri barang kami. Sayang mereka masih gagal. Penjelasan yang saya berikan disini, seputar apa itu Pura, darimana nama Uluwatu berasal dan apa makna dari kata itu. Setelah saya selesai memberikan penjelasan, teman saya yang berikutnya memberikan penjelesan kemudian kami naik ke pura. 

Disana, Bli Putu memberikan penjelasan mengenai pura sebelum waktu bebas dan kami mendapat kesempatan untuk mengambil gambar. Sesudah itu, kami pun kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Pantai Padang-Padang

Pantai Padang-Padang

Satu hal yang saya ingat dari pantai ini adalah tangganya. Kenapa begitu? Karena tangganya luar biasa panjang dan itu cukup melelahkan untuk turun dan naik disini. Namun, itu semua terbayar dengan keindahan sumur. Eh. Maksud saya keindahan pantai tersembunyi ini. Sayangnya, karena sehari sebelum kami berkunjung itu full moon jadi ombak disini lagi besar-besarnya. Padahal pantai ini merupakan tempat surfing bagi para wisatawan. Dari Padang-padang kami ke Be Fish untuk Lunch. Sesudahnya kita melakukan kunjungan ke Poltekpar Bali.

Poltekpar Bali

Saya sangat kagum dengan infrastruktur yang dimiliki Poltekpar Bali. Dari dindingnya yang bergaya, dan bangunan didalamnya yang benar-benar menyatu dengan budaya Bali. Kami melakukan tur sambil berjalan memutari Poltekpar Bali. Selama perjalanan, saya melihat banyak patung dan gazebo disekitar kampus. Ditambah dengan udara yang menyejukan, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah tempat yg sangat bagus untuk belajar.

Gambar 03. Foto Kami bersama Pak Sandiago Uno

Satu kejutan besar menanti kami di Poltekpar Bali, yaitu kedatangan Pak Sandiago Uno sebagai Menparekraf saat ini. Kami pun menanti kedatangan nya dengan antusias di Poltekpar Bali. Setelah Pak Sandiago datang, kami segera mengambil foto dan video bersama Pak Sandiago Uno. Sesudahnya, kami kembali ke Bus dan melanjutkan perjalanan ke perjalanan ke Pantai Dreamland.

Pantai Dreamland

Nah, dalam tour ini saya mendapatkan tugas untuk mengoberservasi salah satu DTW top di Bali, Dreamland Beach. Pada awalnya, Dreamland adalah mega proyek yang dimiliki oleh Cendana Grup, Tommy Suharto. Di kawasan Dreamland, terdapat lapangan golf, resorts, villas, hotels, apartments dan beachclubs. Dulu proyek ini sempat gagal, namun saat ini proyek ini sedang pembangunan ulang.

Sebelum disebut Dreamland, tempat ini disebut dengan nama Pantai Labuan Said yg ditujukan untuk masyarakat lokal. Namun, dengan perkembangan pariwisata yg pesat di Bali dan khususnya Badung yg menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia sebelum masa korona. Pantai Labuan Said pun diubah menjadi tanah impian para turis yg membawakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

Sayangnya pada saat kami mengunungi Dreamland, ombaknya sedang deras-derasnya dan ada bendera merah yg artinya dilarang surfing. Sehingga kami tidak turun ke pantai dan hanya melihat-lihat dari anjungan saja. Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa. 

Pantai Pandawa

Ketka masuk ke Pantai Pandawa, kita disuguhi pemandangan disebalah kanan ada pantai dan disebelah kiri ada tebing yang menjulang. Di tebing ini terdapat patung-patung Pandawa dan Dewi Sinta. Pantai ini memiliki ruang parkir yang sangat luas. 

Pantai Melasti 

Pantai Melasti memiliki penampilan yang sama dengan Pantai Pandawa. Ada gerbang pintu masuk ke pantai ini. Pemandang di pantai ini sangat indah. Namun, aktivitas kami hanya terbatas di sekitar gerbang saja. Setelah menyelesaikan guiding disini, kami melanjutkan perjalanan ke Evitel Hotel untuk Check in

Penanganan Tour untuk bagian Check-in pesawat menurut saya sudah sangat sesuai. Kami juga selalu menerapkan penerapan CHSE di DTW yg kami kunjungi. Saat berada di Bus, kami melakukan guiding sesuai dengan pembagian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Terimah Kasih sudah membaca.
Share:

0 Comments:

Posting Komentar